5 Gunung Paling Aktif Di Indonesia


5 Gunung Paling Aktif Di Indonesia - Geografi Indonesia didominasi oleh gunung api yang terbentuk akibat zona subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia.Sehingga Indonesia sangat rawan terjadinya gempa bumi.Selain gempa bumi letak geografi Indonesia membuat Indonesia memiliki ratusan gunung api dan sebagainya masih aktif.Gunung-gunung aktif di Indonesia yang paling terkenal letusanya adalah Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda. yang letusannya berdampak secara global pada tahun 1883.

Selain krakatau banyak sekali gunung-gunung aktif di Indonesia yang sewaktu-waktu bisa mengancam kita.Berikut ini  yang letusannya berdampak secara global pada tahun 1883 versi Gaulmania.com :

1. Gunung merapi


Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia.Tak heran jika disebut gunung paling aktif karena Merapi suddah berkali-kali mengalami Erupsi.Erupsi terakhir Merapi terjadi pada tahun 2010 Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman dan menelan korban 43 orang, ditambah seorang bayi dari Magelang yang tewas karena gangguan pernapasan.

2. Gunung kelud


Gunung Kelud adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang , kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri.Gunung yang baru saja Erupsi pada tanggal 13 Februari 2014 sekitar pukul 22:50 WIB ini menyebabkan perubahan cuaca di Jawa timur dan Jawa tengah.Beberapa daerah di selimuti oleh abu vulkanik yang cukup tebal sehingga mengganggu kegiatan masyarakat.

Gunung kelud terakhir mengkami Erupsi pada tahun 2007 yang namun tak sehebat pada tahun 2014.Namun karena antisipasi yang dini dari pemerintah hingga saat ini korban letusan Gunung Kelud masih belum ada.Berbedah dengan letusan sebelumnya yang merenggut hingga ribuan korban.

3. Gunung Anak Krakatau


Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa.

Meskipun telah mengalami Erupsi yang sangat dahsyat bahaya dari gunung Krakatau tidak berhenti karena dari letusan beberapa ratus tahun silam kini terlahir Gunung Anak Krakatau yang juga sewaktu-waktu siap mengalami Erupsi.

4. Gunung Semeru


Gunung Semeru  terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.Puncak tertinggi dari Gunung Semeru dinamai dengan Puncak Mahameru setinggi 3676 m dpl yang terletak di dinding kawah tua Gunung Semeru. Puncak Mahameru merupakan lokasi tertinggi di Pulau Jawa.

Data terakhir dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral bahwa kegiatan Gunung Semeru mulai April 2009 hingga 1 Maret 2010, mengalami perubahan pola kegiatan letusan yang semula di dominasi oleh kejadian letusan abu menjadi dominan kegiatan hembusan asap dari Kawah Jonggring Saloko.

Berdasarkan analisis data visual dan kegempaan hingga tanggal 1 Maret 2010 pukul 19:00 WIB, status kegiatan G. Semeru masih tetap "Waspada" (Level II)

5. Gunung Sinabung


Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter.

Letusan terakhir gunung ini pada tahun 1600 silam dan tercatat mulai aktif pada tahun 2010.Dan mengalamai Erupsi yang cukup besar terjadi pada akhir 2013 yang membuat ribuan orang harus mengungsi selama berbulan-bulan.Pada minggu terakhir Januari 2014 kondisi Gunung Sinabung mulai stabil dan direncanakan pengungsi yang berasal dari luar radius bahaya (5 km) dapat dipulangkan. Namun sehari kemudian Gunung Sinabung mengalami Erupsi yang dahsyat.14 orang ditemukan tewas dan 3 orang luka-luka terkena luncuran awan panas.

3 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah secara relevan dengan bahasa Indonesia yang baik dan berpikirlah sebagai makhluk sosial.

notifikasi
close